https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; DPRD Berau Ingatkan Pentingnya Koordinasi OPD - berausatu.id
Example floating
Example floating

DPRD Berau Ingatkan Pentingnya Koordinasi OPD

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Di tengah gencarnya pembangunan daerah, kualitas komunikasi publik pemerintah ternyata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, ia menilai bahwa persoalan informasi yang tidak sinkron antarinstansi masih kerap terjadi dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh realisasi fisik di lapangan, tetapi juga oleh bagaimana informasi mengenai program tersebut dipahami publik secara utuh dan seragam.

“Sering kali kita temui satu OPD bicara sesuatu, OPD lain menyampaikan hal berbeda. Ini bukan hal sepele. Informasi yang tidak selaras akan membuat masyarakat bingung,” ujar Saga.

Oleh karena itu, dirinya mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk memperkuat koordinasi sebelum menyampaikan pernyataan ataupun keterangan resmi kepada publik. Baginya, komunikasi yang konsisten merupakan kunci terciptanya pelayanan yang transparan.

Lebih lanjut, Saga juga menekankan pentingnya memanfaatkan media massa sebagai kanal informasi yang terpercaya, bukan hanya sebagai pelengkap laporan kegiatan. Dikatakannya, penyebaran informasi melalui media harus dilakukan secara strategis dan terukur.

“Media bukan sekadar tempat mempublikasikan kegiatan, tapi mitra penting untuk memastikan informasi pemerintah sampai ke masyarakat secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Kemudian, dirinya meminta agar strategi komunikasi publik yang disusun pemerintah tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayanan masyarakat.

“Pemerintah tak boleh hanya muncul saat isu besar muncul. Komunikasi yang jelas dan transparan harus menjadi kebiasaan, bukan reaksi sesaat,” tegasnya.

Saga berharap, dengan pola komunikasi yang lebih terarah dan selaras antarinstansi, pemerintah mampu membangun kepercayaan publik yang lebih kuat. (*MNH/ADV)