https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Dorong Wisata Pesisir, DPRD Minta Penguatan Bahasa Inggris untuk Pelajar Maratua - berausatu.id
Example floating
Example floating

Dorong Wisata Pesisir, DPRD Minta Penguatan Bahasa Inggris untuk Pelajar Maratua

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Perkembangan pariwisata di wilayah pesisir Berau, khususnya Kecamatan Maratua, kian pesat. Hal ini menjadi perhatian Anggota DPRD Berau. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Pm Mangungsong menekankan pentingnya peningkatan kemampuan berbahasa asing bagi generasi muda.

Bahasa Inggris dinilai sebagai keterampilan dasar yang harus dipersiapkan sejak dini agar SDM lokal mampu bersaing dan berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara.

Dikatakannya, kebutuhan penguasaan bahasa asing kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tuntutan yang harus diakomodasi dalam sistem pendidikan daerah.

“Maratua ini destinasi wisata internasional. Anak-anak di sana harus disiapkan. Jangan sampai mereka hanya bisa berkata yes, no, atau how are you. Mereka perlu kemampuan komunikasi yang lebih,” tegasnya.

Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pendidikan untuk memberikan porsi tambahan pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD dan SMP di wilayah pesisir. Menurutnya, penguatan pembelajaran sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam membentuk SDM lokal yang kompeten di sektor pariwisata.

“Penambahan jam belajar Bahasa Inggris bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing anak-anak pesisir. Ini juga mendukung perkembangan pariwisata kita yang terus tumbuh,” ujarnya.

Tidak hanya melalui pendidikan formal, Ia juga mendorong adanya program pendampingan belajar yang melibatkan pelaku industri wisata. Resort–resort di Maratua, kata dia, dapat berkontribusi dengan menyediakan kelas tambahan atau kegiatan ekstrakurikuler berbasis bahasa asing bagi pelajar.

“Dinas Pariwisata bisa menggandeng pengelola resort. CSR mereka bisa diarahkan untuk penguatan Bahasa Inggris bagi anak-anak. Ini investasi jangka panjang bagi SDM lokal Maratua,” jelasnya.

Rudi mencontohkan daerah wisata seperti Bali dan Lombok, di mana anak-anak usia sekolah mampu berbahasa asing berkat kebiasaan berinteraksi dengan wisatawan.

“Kalau daerah lain bisa, Berau juga bisa. Kita harus menyiapkan SDM yang bukan hanya ramah, tapi juga mampu berkomunikasi dengan wisatawan internasional,” tutupnya. (*MNH/ADV)