https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Ritel Modern Kian Masif, Sutami Ingatkan UMKM di Kampung Mulai Jangan Sampai Tersingkir - berausatu.id
Example floating
Example floating

Ritel Modern Kian Masif, Sutami Ingatkan UMKM di Kampung Mulai Jangan Sampai Tersingkir

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Masifnya ekspansi gerai ritel nasional hingga ke wilayah pesisir dan kampung-kampung di Kabupaten Berau mulai memantik kekhawatiran DPRD.

Perkembangan tersebut dinilai bukan sekadar tren bisnis, tetapi ancaman nyata bagi keberlangsungan UMKM dan ekonomi masyarakat lokal.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyebut dalam satu tahun terakhir penetrasi ritel modern kian berkembang. Hampir setiap kecamatan, bahkan kampung-kampung terpencil, kini telah memiliki gerai ritel berskala nasional. Menurutnya, kondisi tersebut membuat posisi warung tradisional semakin terdesak.

“Banyak warung kecil kehilangan pelanggan dan ada yang sudah tutup. Persaingannya tidak seimbang, karena ritel nasional menawarkan kenyamanan dan tampilan yang lebih menarik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, ritel modern di tingkat kampung kini menjual hampir seluruh kebutuhan harian, mulai dari sembako, buah, sayur, hingga membuka layanan seperti kedai kopi. Hal tersebut membuat masyarakat makin bergeser dari warung lokal.

Dirinya mengingatkan, jika fenomena ini tidak segera diatur, maka akan terjadi penumpukan perputaran uang pada bisnis ritel besar, sementara pelaku UMKM makin kehilangan ruang hidup.

“Ekonomi kampung bisa melemah karena uang tidak lagi berputar di warung-warung milik warga. Ini berpotensi menimbulkan kesenjangan ekonomi baru,” tegasnya.

Kemudian, dirinya mendorong pemerintah daerah untuk melakukan mediasi dan menyusun regulasi yang mempertimbangkan keberlangsungan UMKM. Ia menilai, dialog antara pelaku UMKM, pengelola ritel, dan instansi terkait perlu difasilitasi agar lahir solusi yang adil bagi semua pihak.

“Kita tidak menolak keberadaan ritel modern. Namun pemerintah harus hadir memastikan pelaku usaha lokal tidak tersingkir pelan-pelan,” tutupnya. (*MNH/ADV)