BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan Kunjungan Kerjaa (Kunker) Ke Kabupaten Berau. Jokowi mengunjungi Pasar Sanggam Aji Dilayas dan RSUD dr. Abdul Rivai pada Kamis (26/09/2024) lalu.
Dalam salah satu kesempatan, Jokowi menyampaikan dampak positif dari kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bagi Kabupaten-kabupaten disekitarnya, sehingga ia meminta agar pemerintah daerah dapat melihat potensi serta peluang yang dimiliki oleh wilayahnya.
Ditemui disela kegiatannya, Sekertaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said menyampaikan bahwasanya Kabupaten Berau memiliki banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan sebagai salah satu Mitra IKN.
Salah satunya yakni pada sektor Pariwisata, pasalnya menurut Said, Kabupaten merupakan satu-satunya wilayah di Kalimantan Timur yang memiliki banyak sekali Pilihan destinasi Wisata.
“Kita punya potensi pariwisata yang luar biasa dan bisa dikembangkan dan harapan kedepan ketika Ika yang sudah benar-benar terlaksana otomatis pilihan parawisatanya ada di Kabupaten Berau, kita masih banyak destinasi wisata yang bisa dan akan kita kembangkan di Kabupaten Berau,” ungkapnya, Jum’at (28/09/2024).
Selain itu, disampaikannya, Jokowi juga berharap Kabupaten Berau dengan luas wilayah yang cukup besar, dapat menjadi Sentra atau lumbung pangan khususnya bagi wilayah Kalimantan Timur.
Pasalnya, menurut Said, Saat ini Kabupaten Berau terlalu berfokus hanya pada sektor pertambangan saja, sehingga sektor lainnya yang juga memiliki potensi cukup besar seperti Pertanian masih kurang pengembangan.
“Karena beliau melihat potensinya luar biasa karena selama ini kan kita terlalu berfokus dengan pertambangan, tapi ternyata banyak lahan-lahan pertanian yang bisa dikembangkan yang kita yakin dan percaya potensi pertanian pangan di Kabupaten Berau itu luar biasa untuk misalnya padi jagung dan sebagainya,” jelasnya.
“Jadi pak Presiden berharap Kabupaten Berau ini suatu saat menjadi lumbungnya bukan hanya mengimpor tapi juga memberikan hasil yang bisa kemudian misalnya menopang di IKN termasuk wilayah Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















