• Tue. Jul 23rd, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Upaya Dalam Mengantisipasi Krisis Air Bersih Di Tanjung Redeb

    Jun 17, 2023

    BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Saat ini Perumda Air Minum Batiwakkal Berau sudah melayani 32.000 pelanggan dan diharapkan bisa bertambah hingga 4.000 pelanggan sampai diakhir tahun, Saipul Rahman Dirut Perumda Air Minum Batiwakkaal menyebut dengan besarnya pertambahan tersebut, sehingga diperkirakan pada awal tahun 2024 Tanjung Redeb akan mengalami krisis air.

    Jika dibandingkan dengan kapasitas produksi air bersih di perkotaan sekitar 600 liter per detik (l/d) maka diperkirakan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau hanya dapat melayani 33.000 pelanggan. “Hal Ini didasarkan pada kemampuan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau di tahun 2017 yang saat itu masih bernama PDAM Tirta Segah hanya mampu melayani 18.000 pelanggan dengan kapasitas 327 liter per detik,” pungkas Saipul.

    Dinas PUPR telah menyiapkan langkah alternatif yaitu dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Untuk mengatasi krisis air akibat kekurangan kapasitas produksi.

    Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Radite Hari Soeryo menegaskan pengolahan baru itu ditujukan agar dapat memenuhi kekurangan produksi air bersih khususnya di perkotaan.Terkait hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PDAM.

    “Pembangunan baru itu mesti dilakukan, karena kondisi air baku yang ada tidak memadai. Maka tahun ini ,kami berusaha untuk memulai pengolahan baru di kota maupun luar kota. Untuk wilayah perkotaan, SPAM akan dibangun di wilayah Singkuang. Anggarannya pun sudah disiapkan, yakni sejumlah Rp 17 miliar, ” ujarnya.

    Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, menjelaskan bahwa selain membangun SPAM di Singkuang, pihaknya juga sedang melakukan pengembangan terhadap sistem pemetaan jaringan pipa dengan software QGIS.

    “Jaringan pipa kita peta kan dan di overlay dengan google map sehingga mudahkan kita dalam distribusi dan monitoring jaringan pipa. Tujuannya agar pembagian tekanan air bisa merata ke seluruh titik distribusi air ke pelanggan,” ungkapnya.

    Dengan 2 langkah antisipasi ini diharapkan nantinya wilayah perkotaan dapat terhindar dari krisis air bersih yang mengancam akibat tingginya permintaan penyambungan baru dan stagnannya kapasitas produksi.