• Tue. Jul 23rd, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Pertumbuhan Ekonomi Meningkat di Sektor UMKM dan Parawisata, Madri Pani ingatkan mengenai proyek agar tidak mangkrak

    Apr 6, 2023

    BERAUSATU. ID – TANJUNG REDEB, Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG RKPD) 2024 yang diikuti oleh Bupati Berau Sri juniarsih, Ketua DPRD Berau Madri Pani, Forkopimda, kepala OPD, pimpinan BUMD seluruh Lurah, Camat Se- Kabupaten Berau.

    Dalam sambutannya Bupati Berau Sri juniarsih menyampaikan salah satu faktor tumbuhnya ekonomi di Berau sendiri tak terlepas dari industri UMKM dan juga sektor pariwisata, yaitu naik di angka 3,95 Persen di tahun 2022 lalu.

    Dirinya berharap agar pemerintah selalu memantau pertumbuhan ekonomi dan mengajak masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas produksi yang baik agar dapat berkontribusi untuk memajukan UMKM Kabupaten Berau, jelasnya.

    “Pemerintah Kabupaten Berau selalu mendorong dan mendukung masyarakat untuk selalu meningkatkan produktifitas terutama produk lokal,” ujarnya.

    Selain itu sektor pariwisata juga sangat berpotensi mendatangkan pelancong, apa lagi program IKN akan segera terlaksana, tentu menurutnya kita harus bersiap diri Agar mempunyai daya saing dengan daerah-daerah di kepulauan yang lain.

    Lanjut Sri juniarsih menambahkan untuk visi misi 18 Program Bupati dan wakil bupati diantaranya segera mengejar dan melaksanakan percepatan pembangunan seperti Rumah Sakit tipe B Hingga penyediaan Wifi gratis di 1000 titik di pedesaan.

    “Dengan adanya musrembang RKPD ini saya juga mengingatkan kepada OPD terkait untuk fokus melaksanakan program unggulan kami dan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab setiap Perangkat agar segera terealisasikan. Tandasnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD kabupaten Berau Madri Pani menyampaikan proyek yang telah di sepakati melalui MOU antara pemerintah dan Legislatif pada tahun 2021-2022 yang bernilai 300 Miliar, agar menjadi prioritas pengerjaan di tahun 2023 sampai 2024 mendatang agar tidak mangkrak yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

    “Terkait adanya revisi dan review desain tidak akan bisa dilaksanakan kalo tidak ada MOU yang baru, maka dari itu saya meminta prioritaskan lah apa yang sudah di sepakati lalu,” Pungkasnya. (*FJR)