• Tue. Jul 23rd, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Kontribusi Penanganan Stunting, PT Berau Coal Terima Penghargaan Dari BKKBN Provinsi

    Mar 21, 2024

    BERAUSATU.ID, Berkat kontribusi aktif dalam kegiatan pencegahan serta penanganan stunting pada area lingkar tambang, PT Berau Coal menerima Penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi, Rabu (20/03/2024).

    Penghargaan tersebut di berikan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis di ruang rapat Sangalaki Setkab Beraupada kegiatan Rembuk Stunting dan diterima oleh General Manager Operasional Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Al Khafid Hidayat,ia mengapresiasi upaya pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Berau dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan.

    “Diperlukan adanya kolaborasi antara pemkab, perusahaan dan sektor lainnya untuk saling mendukung dalam program-program penurunan stunting,” Ungkapnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal atas Kontribusinya dalam pencegahan dan penanganan Stunting di Kabupaten Berau.

    Diharapkannya pula agar progran Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di PT Berau Coal dapat terus berjalan guna membantu anak-anak yang terkena stunting.

    Menurutnya, Program-program serta upaya yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Berau sangat berpengaruh.

    “Program PT Berau Coal dalam rangka pencegahan dan penanganan Stunting sangat baik karena langsung mendatangi (jemput bola) kampung-kampung di lingkar tambang,” Ujarnya.

    Gamalis juga beraharap agar peran aktif serta kerjasama dalam penanganan dan pencegahan stunting dapat terus berlanjut.

    “Sebagai kolaborasi semua sumber daya yang ada dimulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi,” Tambah Gamalis.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Lamlay Sarie turut mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang melalui program-program nya terus mendukung penurunan Stunting di Kabupaten Berau.

    Lamlay juga mengatakan bahwasanya dengan adanya potensi pihak ketiga, maka saat ini hanya dibutuhkan penyelarasan agar nantinya lebih inisiatif.

    “Dukungan dari pihak ketiga sangat dibutuhkan untuk lokasi khusus (Lokus) seperti area lingkar tambang,” Lanjutnya.

    PT Berau Coal terus berkomitmen dalam penanganan serta penurunan Stunting di Kabupaten Berau melaui berbagai program yang telah dilaksanakanoleh PT Berau Coal sejak 2023 Lalu.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh General Manager Operasional Support and Relations PT Berau Coal Cahyo Andrianto, Dirinya menyebut bahwasanya pihaknya telah berkontribusi Mulai dari proses hulu, sejak ibu hamil, pelatihan tenaga penyuluh, hingga sanitasi yang erat kaitannya dengan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

    Dijelaskannya, pihaknya saat ini juga telah menjadi BAAS bagi beberapa kampung di lingkar tambang dengan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak stunting.

    “Komitmen PT Berau Coal untuk penanganan stunting sudah jelas. Gerakan terpadu yang kita jalankan sudah sesuai dengan saran dari Pemkab Berau,” Katanya.

    Sebagai sasaran, PT Berau Coal memilih kampung yang berada di luar lokus yang telah ditentukan. Karena dinilai sebagai strategi perusahaan dalam konteks pemerataan.

    “Kami mencoba menyasar kampung di luar lokus agar mereka juga mendapat penanganan stunting. Karena seperti yang kita tahu kampung yang masuk lokus sudah pasti mendapat penanganan dari pemerintah daerah,” Jelasnya.

    Selain itu, dirinya juga menyebut bahwasanya PT Berau Coal akan terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Seperti Program PMT yang bekerjasama dengan puskesmas guna mendistribusikan program makanan tambahan.

    “Ke depan kami akan koordinasikan lagi terkait data supaya dapat tersampaikan kepada instansi terkait. Program penanganan stunting ini akan tetap terlaksana dan diharapkan menjadi lebih baik dan maksimal lagi,” Pungkasnya. (*MNH/ADV)