• Sun. Jul 14th, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Ketua DPRD Berau Madri Pani, Tinjau Langsung Perbaikan Jembatan Sambaliung

    Jun 7, 2023

    BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Madri Pani turut meninjau langsung perbaikan Jembatan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Rabu 7 Juni 2023.

    Madri Pani mengaku telah menekankan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memobilisasi masyarakat di Bumi Batiwakkal.

    Juga dirinya mengakui, ini harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga yang ingin menyeberang dari Sambaliung ke Tanjung maupun sebaliknya.

    “Secara tidak langsung ini akan bisa membantu memperlancar pembangunan jembatan dan mobilitas masyarakat Kabupaten Berau,” katanya.

    Selain itu, dikatakannya, berdasarkan kajian yang pernah dilakukan, terhitung ada 2 ribu kendaraan yang melintasi Jembatan Sambaliung per jamnya.

    Namun, kondisi kini berbanding terbalik dengan hasil simulasi yang hanya mampu menyeberangkan sekitar 200 kendaraan per jamnya.

    “Kita tidak bisa menyalahkan pemkab karena ini memang kebijakan dari Pemprov. Jadi saya meminta harus ada solusi agar tidak terjadi penumpukan di dermaga,” jelasnya.

    Menurut Madri Pani, harus ada penambahan kapal LCT untuk memecah masalah tersebut. Terlebih kesediaan sarana penyeberangan tidak mencukupi kapasitas masyarakat yang ada di Bumi Batiwakkal.

    “Sudah saya sampaikan kepada pemprov terkait jumlah kapal LCT wajib ditambah. Mereka juga meyakinkan kesediaan kapal akan datang sekitar 4-5 hari ke depan,” imbuhnya.

    Dirinya berharap penambahan sarana penyeberangan dapat memberikan solusi sehingga tidak menggangu aktifitas masyarakat terutama saat keadaan darurat.

    Seperti, dilanjutnya Madri Pani, pasien yang harus segera dirujuk ke rumah sakit juga kendaraan komersil yang membawa kebutuhan pokok masyarakat.

    “Jangan sampai perputaran perekonomian masyarakat terganggu. Apalagi pasien yang harusnya ditangani segera harus menunggu lebih lama karena adanya antrian kendaraan,” pungkasnya. (IAH/ADV)