• Fri. Jul 19th, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Hadiri Kegiatan Minum Coklat Bersama, Bupati Berharap Berau Mampu Memenuhi Permintaan Pasar

    Sep 23, 2023

    BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengadiri Kegiatan Minum Cokelat Bersama Pelajar SMA Putri dan Penyuluhan Stunting yang berlangsung di Balai Mufakat, Pada Jum’at (22/09/2023).

    Bupati Berau menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut sebagai edukasi kepada para remaja di sekolah agar para remaja tersebut memiliki pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan khususnya pencegahan terjadinya kasus stunting yang dapat dilakukan melalui cara-cara yang menyenangkan salah satunya minum coklat bersama.

    Dikatakannya, komoditi kakao Berau memiliki potensi yang sangat luar biasa bahkan telah berhasil mengekspor beberapa produknya ke sejumlah negara

    “Dengan demikian, coklat yang mengandung komponen gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, tentunya akan sangat baik dikonsumsi masyarakat,” Ungkapnya.

    Sri juga menyebut coklat yang merupakan makanan yang kaya akan manfaat serta digemari oleh berbagai kelompok usia dapat dimanfaatkan dalam pencegahan stunting tentunya dengan diolah sedemikian rupa.

    “Misalnya beberapa perguruan tinggi di Jogja mencampurkan coklat dengan daun kelor, di mana daun kelor merupakan makanan yang baik untuk mencegah stunting bisa dikonsumsi anak-anak karena rasa enak dari coklat,” Jelasnya

    Dirinya mendorong perangkat-perangkat terkait agar dapat meningkatkan aksi kreatif dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Berau.

    Disebutkannya, prevalensi stunting di Kabupaten Berau per tahun 2022 ialah sebesar 21,6 Persen angka tersebut berhasil turun dari yang sebelumnya sebesar 25,7 Persen, namun angka tersebut ternyata masih lebih tinggi dari batas toleransi stunting yang ditetapkan oleh Presiden yaitu sebesar 14 persen pada tahun 2024, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan preferensi stunting akan turun menjadi 13,80 Persen di tahun 2024.

    Dirinya mengajak untuk bersama-sama menguatkan kolaborasi dan kerjasama dalam pelaksanaan program pencegahan stunting di sekolah maupun di kampung kampung agar peningkatan derajat kesehatan dapat terwujud secara adil dan merata.

    “Kita perlu memastikan kualitas kesehatan remaja putri dan anak-anak kita, yang kelak akan melahirkan generasi penerus, agar sehat dan sejahtera dalam tumbuh kembangnya dan cita-cita Pemerintah Kabupaten Bera untuk mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, sejahtera dan berbudi luhur dapat kita wujudkan bersama-sama,” Ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Sri juga mendorong reformer Si Bang Koko Mantap, yang merupakan Kepala Dinas perkebunan Kabupaten Berau agar dapat melaksanakan proyek perubahan tersebut secara berkelanjutan dan hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

    Diharapkannya pula Kabupaten Berau mampu memenuhi permintaan pasar untuk komoditas kakao sebanyak 5000 ton per tahun secara bertahap.

    “Lakukan perluasan lahan kakao, manfaatkan lahan yang belum produktif, dan lakukan pembinaan intensif kepada para petani kita agar pendapatan mereka meningkat dan bisa lebih sejahtera,” Kata Sri.

    “Apalagi saat ini sudah ada perusahaan yang membeli biji kakao petani langsung ke kebun petani. Tentunya, ini menjadi peluang yang perlu kita optimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” Pungkas Sri. (*MNH/ADV)