• Tue. Jul 23rd, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    Bullying di Lingkungan Sekolah Jadi Atensi Khusus Dinas Pendidikan

    Mar 13, 2024

    BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Beberapa waktu ini sedang marak tejadi kasus perundungan atau Bullying di Lingkungan sekolah Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA dengan berbagai macam jenis bullying baik verbal maupun non verbal.

    Beberapa korban bullying bahkan ada yang sampai mengalami luka berat dan trauma hingga takut untuk kembali bersekolah akibat menjadi korban perundungan.

    Hal tersebut biasanya dilakukan oleh seorang siswa yang merasa lebih kuat dan dominan dibandingkan dengan siswa lain yang dianggap lemah sehingga pelaku dapat melakukan perundungan.

    Menanggapi Hal tersebut, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Ali Syahbana mengatakan bahwasanya hal tersebut harus menjadi atensi khusus.

    Dikatakannya, Meskipun pihaknya belum pernah sama sekali menerima laporan terkait dengan kasus perundungan di Lingkungan sekolah, namun hal ini tetap harus mendapat perhatian khusus.

    “Meskipun di Kabupaten Berau kami belum pernah menerima laporan, tetapi hal ini tetap menjadi atensi dan perhatian khusus bagi kami,” Ungkapnya pada awak media berausatu.id. Rabu (13/03/2024).

    Dirinya menyebut salah satu upaya guna mencegah terjadinya kasus perundungan di Lingkungan Sekolah,pihaknya kini tengah membentuk Tim Pencegahan dan Penangan Kekerasan (TPPK).

    “Itu kami wajibkan seluruh sekolah membentuk TPPK itu, nantinya didalam tim itu ada satu koordinator yan nantinya bisa diambil dari guru atau komite sekolah,” Ujarnya.

    Dijelaskannya pula nantinya masing-masing sekolah akan melaksanakan sosialisasi terkait dengan TPPK tersebut kepada orang tua siswa maupun para siswa yang bertujuan guna memberitahu kepada mereka bahwasanya kasus perundungan dapat ditangani oleh TPPK.

    Dirinya juga mengusulkan untuk seluruh kelas dimasing-masing sekolah dipasangi CCTV yang terpusat diruangan kepala sekolah guna memonitoring siswa.

    “Namun berbicara kembali masalah anggaran, sebab hal tersebut membutuhkan anggaran yang besar, tatapi hal tersebut dapat dilakukan secara bertahap,” Jelasnya.

    Ia juga meminta kepada para sekolah agar dapat memberdayakan ketua kelas dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), sehingga ketika nantinya mereka mendapati terjadinya perundungan dapat segera melaporkan hal tersebut.

    Diharapkannya pula agar sekolah dapat menjadikan perundungan ini sebagai perhatian khusus sehingga hal tersebut dapat dicegah.

    “Kita berharap supaya sekolah bisa lebih memperhatiakan kasus perundungan ini, baik anata murid dengan murid, murid dengan guru ataupun giru dengan murid,” Pungkasnya. (*MNH)