• Tue. Jul 23rd, 2024

    berausatu.id

    Informasi untuk Menginspirasi

    142 Warga Jalani Operasi Katarak Gratis

    Jul 16, 2023

    BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Ratusan warga Bumi Batiwakkal menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, yang digelar oleh PT Berau Coal, melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, yang berkolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia cabang Sinar Mas, Pemkab Berau dan RSUD Abdul Rivai.

    Oprasi katarak digelar sejak Jumat (14/7/2023) hingga hari ini Sabtu (15/7/2023), dan dikuti oleh 142 pasien dari 300 orang yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran. Sedangkan 158 pasien lainnya tidak bisa dioperasi, karena adanya kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, seperti riwayat sakit gula atau diabetes, sakit jantung, komplikasi dan lainnya.

    Koordinator Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas, Tawang Sotya Djati, menyebut tingginya penderita katarak di Indonesia yang menurut data juga tertinggi di Asean, menjadi salah satu konsen Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membantu pemerintah mengurangi penderita katarak. Salah satunya dengan program kepedulian 5 km (bebas katarak, bibir sumbing dan Hernia). kegiatan kemanusiaan relawan yang merupakan karyawan sinar mas ini, dapat menyasar hingga ke pelosok Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

    “Adapun program lainnya, seperti misi amal, kesehatan sosial, bantuan bencana, humanis, donor sumsum tulang, dan relawan bencana alam,” jelasnya.

    Untuk pelaksanaan operasi katarak Tim medis terdiri dari 7 dokter spesialis mata dan 22 tenaga medis dari Jakarta, ditambah dengan sejumlah tenaga medis dari RSUD, Dinkes, pendamping puskemas, dan relawan-relawan yang terlibat dari Berau. Alat medis juga telah didatangkan langsung dari Jakarta untuk mendukung kegiatan ini. Peserta tidak hanya dari Kabupaten Berau, melainkan  juga dari daerah lain, seperti Kutai Timur dan Kaltara.

    Diharapkannya agar seluruh penerima manfaat dapat mengikuti proses-proses penanganan kesehatan yang dianjurkan oleh pihak tenaga kesehatan hingga proses kontrol pasca operasi sehingga pemulihannya dapat berjalan dengan efektif.

    Dari data tahun 2022 oleh Perdami, disebutkan bahwa dari sekitar 3 persen kebutaan di Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab utamanya, yakni mencapai 81 persen. Dan untuk di Berau dan di Kaltim sendiri, ternyata cukup banyak yang terkena penyakit katarak ini.

    Sementara itu, Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono menyebut program ini dijalankan untuk menghadirkan solusi dan bentuk kepedulian bersama ke masyarakat Berau dan sekitarnya, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

    “Kolaborasi kami bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas, untuk memberikan atensi khusus atas fenomena penyakit tersebut, dengan menggelar baksos ini. Dan disambut baik dari Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Abdul Rivai Berau,” Paparnya.

    Dikatakannya pula, program ini sebagai bentuk keseriusan komitmen PT Berau Coal, untuk menebar manfaat bagi masyarakat di Berau dan Kaltim khususnya di bidang kesehatan. Perusahaan mendukung program pemerintah untuk membantu mengurangi angka katarak, meringankan beban masyarakat, mendorong percepatan pemulihan kesehatan, dan juga kesejahteraan masyarakat, khususnya Kabupaten Berau, dan umumnya di Indonesia.

    “Selain program ini, PT Berau Coal dan kontraktor mitra kerja juga secara konsisten mendukung program-program di bidang kesehatan, seperti pencegahan stunting di kampung-kampung dampingan, pengobatan gratis, penyediaan sanitasi yang baik dan layak untuk masyarakat, dan saat pandemik COVID-19 yang lalu, bersama-sama pemerintah, RSUD Abdul Rivai Berau, TNI, Polri, PMI, dan berbagai pihak lainnya berkolaborasi untuk menanggulangi pencegahan COVID-19, melalui dukungan-dukungan sarana dan prasarana kesehatan,” tambahnya.

    Sedangkan Pemkab Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mendukung penuh kegiatan PT Berau Coal. Bahkan setelah ijin pelaksanaan operasi katarak masuk, pihak Dinkes pun langsung mengambil langkah pendataan penderita katarak.

    “Dinkes menginstruksikan seluruh puskesmas di seluruh kecamatan, untuk menyeleksi penderita katarak di wilayah kerja masing-masing. Dimana mayoritas pasien berusia 40 tahun ke atas. Bakti sosial PT Berau Coal ini diharapkan bisa terus berjalan setiap tahunnya, sehingga mengurangi penderita katarak di Berau,” jelas Sekretaris Dinkes Berau, Halijah.

    Pasien penerima manfaat operasi katarak gratis, Arbaiyah seorang lansia asal Kecamatan Gunung Tabur. Ia mengaku sebelumnya kesulitan melihat dan mengenali orang lain.Sudah sejak lama ingin mendapatkan tindakan operasi namun terkendala biaya.

    “Biasanya melihat orang tapi kabur tidak kenal wajahnya, dan saat memasak di dapur tidak ketahuan belum masak atau sudah gosong. Adanya operasi gratis ini sangat membantu, kami ucapkan Terima Kasih kepada PT Berau Coal, Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemkab Berau, dan RSUD Abdul Rivai, semoga semakin banyak orang yang bisa juga merasakan manfaatnya,” tutupnya. (MNH/ADV)